“Upaya Pencegahan Resistensi Antimikroba Akibat Penggunaan Antibiotik yang tidak Tepat”
Penyakit infeksi merupakan penyakit yang masih menjadi masalah penting bagi masyarakat, dan penyakit infeksi ini pilihan Antibiotik sebagai solusi dan menjadi andalan untuk mengatasinya. Mencermati kondisi penggunaan antibiotik dari hasil pemantauan dan penelitian yang menunjukkan penggunaan Antibiotik cukup tinggi sekitar 88, 89 %, memerlukan perhatian yang lebih focus dan keterpaduan dalam “Upaya Pencegahan Resistensi Antimikroba Akibat Penggunaan Antibiotik yang tidak Tepat” yang menjadi tema dari Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Balai POM di Kendari bekerjasama dengan PD IAI Provinsi Sulawesi Tenggara 27 Maret 2022 bertempat di Ball Room Hotel Azizah yang dilaksanakan secara Hybrid.
Badan Pengawas Obat dan Makanan mempunyai tanggung jawab untuk menjamin keamanan, mutu dan khasiat obat sehingga perlu menetapkan program pengendalian anti-microbial resistence, dan program ini memerlukan upaya holostik dan peran aktif multi sektoral dengan pendekatan one-health antar sector kesehatan manusia, hewan, ketahanan pangan dan kesehatan lingkungan. Ungkap ibu Deputi Pengawasan Obat dan NAPPZA, Badan POM RI Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc. dalam sambutan yang disampaikannya sekaligus membuka seminar nasional kefarmasian upaya pencegahan Resintensi Antimikroba secara resmi. Untuk mendukung optimalisasi pencegahan Resistensi Antibiotik di Indonesia, Badan POM telah menerbitkan Keputusan Kepala Badan POM No. HK.02.02.1.2.03.20.98 Tahun 2020 tentang Peta Jalan Rencana Aksi Pengendalian Anti Microbial Resistance (AMR) di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2020 – 2024, jelasnya lebih lanjut.
Acara seminar diawali dengan Pembukaan dengan sajian tari Selamat datang persembahan Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Haluoleo, yang diikuti oleh 130 peserta luring dan 760 peserta daring. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua PD IAI Prov. Sulawesi Tenggara Dra, Hj. Harmawati, Apt kemitraan dan kerjasama perlu dilakukan dalam memberi dukungan upaya pencegahan resistensi anti mikroba. kemudian sekilas tentang pengawasan obat di daerah Prov. Sulawesi Tenggara dan bagaimana peran apoteker, tenaga kesehatan dalam pemberian atau penggunaan obat Antibiotik oleh Kepala Balai POM di Kendari, Drs. Yoseph Nahak Klau, Apt., M. Kes.
Dipenghujung acara pembukaan dilakukan penyematan PIN kepada para Agen Pencegahan AMR Prov. Sulawesi Tenggara yang terdiri dari perwakilan Pengurus Cabang IAI Kab/Kota oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Balai POM di Kendari dan Ketua PD IAI Prov. Sulawesi Tenggara sebagai bentuk dukungan dan komitmen dalam upaya pencegahan resistensi Anti Mikroba, memberi perlindungan kepada masyarakat akibat penggunaan obat yang tidak tepat, melakukan edukasi dan menjadi motor penggerak dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait penggunaan AB dan dampaknya.
Pada agenda sesi pertama Hadir sebagai Narasumber secara luring Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dr. Putu Agustin Kusumawati, M. Kes memaparkan Gambaran Penggunaan Antibiotik di Prov. Sulawesi Tenggara dilanjutkan dengan Materi Pengendalian Resistensi Antimikroba (Antimicrobial Resistance) melalui Pengawasan Pengelolaan Obat oleh Direktur Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA, Badan POM RI Mimin Jiwo Winanti, S.Si.,Apt.
Untuk sesi selanjutnya pemaparan materi Masalah Bakteri Resisten (AMR) Global dan Nasional disampaikan oleh Narasumber Dr.dr. Harry Parathon. SpOG-K-UR dari Komite pengendalian Resistensi Antimikroba Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. dan Peran Rumah Sakit dalam Pengendalian Resistensi Anti Mikroba melalui Penataan Antimikroba, oleh Narasumber Mariyatul Qibtiyah, S.Si, Apt., SpFRS dari Komite pengendalian Resistensi Antimikroba Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kegiatan berlangsung cukup dinamis, apresiasi terhadap antusiasme dan peran peserta dalam diskusi dan tanya jawab baik dari peserta luring maupun daring. Diharapkan melalui kegiatan seminar AMR ini peran apoteker dan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengedalian resistensi anti mikroba memiliki kontribusi dan perubahan yang signifikan melalui kerjasama dan kolaborasi meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat melalui komunikasi, pendidikan dan pelatihan, strategi daerah dan kebijakan tentang AMR, pengelolaan obat Antibiotik sesuai regulasi sehingga dampak dan resiko terhadap kesehatan manusia dapat ditekan, dengan demikian derajat kesehatan masyarakat Indonesia semakin meningkat.
Balai POM di Kendari
Untuk Informasi Lebih Lanjut Bapak/ibu dapat menghubungi media layanan Balai POM di Kendari : Whatsapp: 085298083714, Instagram: @bpom_di_kendari, Facebook: BPOM Kendari, Twitter: @bpomkendari, Email: infokombpomkdi@gmail.com, Kantor: Kompleks Perkantoran Bumi Praja, Anduonohu Kendari Balai POM di Kendari