Penguatan Sinergitas Pentahelix Dalam Edukasi Masyarakat Tentang Bahaya Obat Tradisional Mengandung BKO
Obat tradisional merupakan salah satu alternatif pengobatan yang cukup tinggi dan berdasarkan pemilihan sendiri oleh masyarakat Indonesia. Disisi lain masih ditemukan obat tradsional yang beredar mengandung bahan kimia obat yang disebabkan adanya permintaan dari masyarakat yang kurang memahami bahaya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat. Terhadap kurang pahamnya masyarakat akan bahaya obat tradisional mengandung bahan kimia obat, Balai POM di Kendari menyelenggarakan KIE kepada masyarakat Selasa, 13/12/22 dengan melibatkan Penta Heliks yaitu akademisi atau perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, Media dan tokoh masyarakat mengingat peredaran obat tradisional mengandung bahan kimia obat ini penanganannya bersifat multi dimensi.
KIE yang dilaksanakan secara hybrid oleh Balai POM di Kendari dalam rangka “Penguatan Sinergitas Penta Heliks Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Obat Tradisional mengandung Bahan Kimia Obat” dibuka oleh Kepala Balai POM di Kendari Drs. Yoseph Nahak Klau,Apt.,Kes. Hadir Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Prof. Dr. Muhammad Zamrun F. S.Si., M.Si., M.Sc, memberi sambutan pada acara pembukaan dengan menekankan salah satu sumber obat yang dapat dimanfaatkan adalah pada biota laut, selain sumber daya alam yang tersebar di daerah kita yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara turun temurun.
Kegiatan KIE diikuti oleh 70 peserta yang berasal masyarakat umum, ormas, mahasiswa, akademisi, PKK, media dan pelaku usaha. Selanjutnya sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam program “Ayo Gemar Minum Jamu” oleh kepala Balai POM di Kendari bersama Rektor mengawali minum jamu bersama seluruh peserta yang hadir secara luring.
Pemaparan materi disesi pertama dengan tema “Hilirisasi Hasil Riset perguruan Tinggi Tentang Obat Tradisional” oleh Narasumber dari Perguruan Tinggi Rektor UHO Prof. Dr. Muhammad Zamrun F. S.Si., M.Si., M.Sc, dan Perkuatan Sinergitas Penta Heliks Dalam Penanganan Obat Tradisional Mengandung BKO oleh Koord. Was Keamanan Mutu Ekspor Impor Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Produk Kuasi, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional & Suplemen Kesehatan BPOM, Better Ridder, S.Si, Apt, M.Bus. Pada sesi diskusi dan Tanya jawab dialog berlangsung dengan aktif antara peserta dan narasumber terutama terkait pemanfaatan data bahan obat tradisional yang dapat disajikan oleh pihak perguruan tinggi, penggunaan bahan tanaman secara empiris dan bagaimana mengkomsumsi Obat tradisional disaat juga harus minum obat kimia serta bagaimana mengenali obat tradisional yang aman.
Pada sesi kedua pemaparan materi dilakukan secara panel, hadir narasumber KT Kerjasama Kelembagaan Kadin Sulawesi Tenggara, Aryo Wira Setiawan dengan memaparkan materi “Upaya Memajukan UMKM Obat Tradisional di Sulawesi Tenggara”, Kasi BIMDAL Kefarmasian dan Alkes Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara, Rio Bravo Silondae, S. Farm, Apt dengan materi “Pembinaan Pelaku usaha Obat Tradisional di Prov. Sultra” , serta dari Media Kendari Pos, Inong Saputra memaparkan “Peran Serta Media Dalam Memberikan Perlindungan Kepada Masyarakat” .
Menutup serangkaian acara Perkuatan Sinergitas Penta Heliks dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya obat tradisional mengandung bahan kimia obat, Koordinator kelompok substansi Informasi dan Komunikasi Dra. Hasnah Nur,Apt.,MPH memberi edukasi bagaimana mengenal produk Obat dan Makanan aman melalui CekKLIK dan Penggunaan aplikasi BPOM Mobile. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan peserta sangat antusias serta aktif baik dalam bertanya maupun dalam memberi saran kepada semua pihak pemapar materi.(HN)
Balai POM di Kendari
Untuk Informasi Lebih Lanjut Bapak/ibu dapat menghubungi media layanan Balai POM di Kendari ; Website : bpomkendari.com ; Subsite : kendari.pom.go.id ; Whatshapp : 085298083714; Instagram : @bpom_di_kendari ; Facebook ; BPOMKendari ; Twitter : @bpomkendari, Email: infokombpomkdi@gmail.com ; Kantor: Kompleks Perkantoran Bumi Praja Anduonohu Kendari Balai POM di Kendari