Pemetaan Kasus Keracunan Provinsi Sulawesi Tenggara digelar oleh BPOM di Kendari dalam kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Pelaporan Informasi Keracunan bertempat di Same Hotel 13/08/2019. Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Balai POM di Kendari Firdaus Umar, S.Si, Apt diikuti oleh 40 peserta dari Rumah Sakit dan Puskesmas, 1 orang dari Loka POM Baubau dan 4 orang BPOM di Kendari yang nantinya diharapkan mampu menjadi administrator pelaporan Kasus Keracunan yang terjadi di wilayah masing-masing. Kegiatan Pemetaan Kasus Keracunan dan KLB-KP. Pemetaan Kasus Keracunan ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara epidemiologis Kasus Keracunan dan KLB Keracunan Pangan yang terjadi di Indonesia. Pemetaan Kasus Keracunan di Indonesia dan Bimtek Aplikasi Spimker KLB-KP terintegrasi dengan Rumah Sakit, aplikasi ini sebagai penunjang pelaporan kasus keracunan di Rumah Sakit masing-masing yang terintegrasi dengan Badan POM RI. Hadir sebagai Narasumber Bimtek SPIMKer:
1. Ekawati Emilia H., S.Kom (Kepala Bidang Tata Kelola Data dan Informasi)
2. Judhi Saraswati, SP, MKM (Kepala Sub Bidang Arsitektur Data dan Informasi)
3. Tri Handayani, S.Farm, Apt (Staf Bidang Tata Kelola Data dan Informasi).
Dalam penyampaian materi juga disosialisasikan cara menginput data pada Aplikasi Spimker, Aplikasi ini sebagai penunjang pelaporan kasus keracunan di daerah masing-masing. Dengan diadakan Bimtek Pemetaan Kasus Keracunan diharapkan mendapatkan peta / gambaran keracunan, menetapkan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka pencegahan keracunan dan melakukan investigasi dan analisa kasus yang selanjutnya menjadi bahan untuk pencegahan terjadinya keracunan. Data kasus keracunan diinput dalam bentuk aplikasi Spimker yang dirancang oleh Badan POM RI.
Balai POM di Kendari