Koordinasi RAD-PG Fortifikasi Pangan Garam beryodium dan Tepung Terigu

14-11-2014 Kendari Dilihat 2736 kali

BPOM di Kendari Senin, 10 November 2014 kembali melaksanakan kegiatan dengan muatan Gizi Pangan dengan fokus sasaran pada garam beryodium dan tepung terigu. Kegiatan Koordinasi RAD-PG Fortifikasi Pangan berlangsung di salah satu Hotel di ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara dengan melibatkan 10 stakeholder terkait dengan narasumber Pusat Dra. Mutiah, Apt dan Narasumber Daerah dari Dinas perindustrian Perdagangan dan Bapeda Propvinsi Sulawesi Tenggara. Agenda pertemuan ini merupakan  Sosialisasi Fortifikasi terkait Garam beryodium dan peredaran tepung terigu serta Pembentukan TIM Koordinasi Intensifikasi Pengawasan Fortifikasi Pangan.

Pertemuan  diawali dengan sambutan Kepala Balai POM di Kendari Dra. Adilah Pababbari,Apt.,MM bahwa selain gizi buruk dan gizi kurang akibat kekurangan energi Protein, masalah Kekurangan Gizi Mikro (KGM) juga menjadi masalah yang serius, komsumsi garam beryodium menunjukkan bahwa cakupan konsumsi garam mengandung yodium cukup masih jauh dari target USI (Universal Salt Iodization) 90% dan Fortifikasi pangan merupakan solusi yang dapat menjawab kendala tersebut. Agenda dilanjutkan dengan pemberian Materi Mengenai Fortifikasi oleh Narasumber Pusat dan  Narasumber daerah terkait SNI garam beryodium serta peran Bappeda Provinsi Sultra dalam Intensifikasi pengawasan Pangan Terpadu.

Session diskusi merupakan session yang cukup alot, pembentukan tim manjadi bagian  yang sangat antusias oleh peserta dan di pandu langsung oleh Ka. Seksi sertifikasi dan LIK BPOM di Kendari Dra. Hasnah Nur,Apt.,MPH di dampingi oleh Narasumber Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara. Di akhir acara dihasilkan Rekomendasi Draft Tim Koordinasi Pengawasan Fortifikasi Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sarana