Sosialisasi Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat (POIPO) kembali digelar oleh BPOM di Kendari di SMPN 22 Konawe Selatan, Kamis 8/08/2019. Bertempat di Aula SMPN 22 Konawe Selatan dan diikuti oleh sekitar 100 orang siswa, acara POIPO diawali dengan arahan dari ibu Kepala Sekolah, Wahyudyah Setyorini, S.Pd., M.Pd serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dipandu oleh Siswi dari SMPN 22 Konawe Selatan. Dalam arahan ibu kepala Sekolah menghimbau siswa-siswi berhati-hati dalam menggunakan obat, gunakan Obat secara tepat.
Materi tentang Penggolongan obat, efek samping dan dampak penyalahgunaan Obat disampaikan oleh narasumber dari Balai POM di Kendari Dra. Hasnah Nur, MPH, Apt dan PFM Syahriani Zain, S.Si, Apt. Remaja putri dihimbau pula agar berhati-hati dalam membeli kosmetik dan senantiasa mengecek izin edar kosmetik sebelum membeli. Para siswa mengikuti pemaparan materi dengan tertib dan antusias. Selain itu narasumber mengajak siswa-siswi melakukan senam tolak NAPZA.
Diakhir kegiatan, 4 orang siswa memandu para siswa yang lain untuk berkomitmen mendukung pemberantasan obat Ilegal dan menolak penyalahgunaan Obat. Acara ditutup dengan Yel-yel “SMPN 22 Konawe Selatan...Siap …Tolak Obat Ilegal, Tolak Penyalahgunaan Obat..yes,,,” diucapkan oleh seluruh siswa dengan penuh lantang.
Usai Sosialisasi POIPO, Petugas Balai POM di Kendari melakukan kunjungan ke kantin sekolah dan menghimbau agar pihak kantin dapat menjaga kebersihan, baik itu kebersihan dalam menyajikan makanan maupun kebersihan di sekitar lingkungan kantin serta bagaimana menerapkan system keamanan pangan di Kantin Sekolah.
Balai POM di Kendari